13 Apr 2013

Cerita Sore #2


Ketika hujan masih tak berhenti ,

dan rintik hujan pun masih membasahi

Ketika itu pula hati ini masih menangis

dan air mata pun masih membasahi wajahku

Hujan, mengingatkanku pada sore itu


Sore terakhir bersamamu

Sore yang seharusnya menjadi indah di mata aku, kamu dan kita

Seharusnya angin sore akan membawa kemesraan kita ke ujung langit dan

menerbangkannya ke penjuru arah

Namun sore itu, tak ada angin

tak sesejuk angin sore seperti yang pernah kita hirup ,dulu

tak menampakkan kenyamanan

begitupun wajah indahmu

tak menampakkan ketenangan sedikitpun

entah , ada apa dengan dirimu?

ketenangan itu telah lenyap ditelan panasnya sore itu

ketenangan itu melesap ke relung jiwamu yang kosong

Sore itu...

kau meninggalkanku

di bawah pohon rindang , yang seharusnya tempat kita berbagi cerita

dan

kini menjadi saksi perpisahan kita

kau meninggalkanku

melepaskan mimpi-mimpiku

menghancurkan segala khayalku

tapi tak apa bagiku

kau selalu ada di hati ini , sayang

meski kau dan aku dan mimpi kita telah terpisah oleh waktu

meski kau telah terbaring di bawah dinginnya tanah kematian

tapi kau tetap ada di sini

selalu ada di sini

hatiku



Ditulis oleh:

Anonim - Arab 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Widget

Catatan | Bahasa, Linguistik, Sastra, Latar Belakang, Tokoh

Widget